Ratusan Pengurus Ikut Pleno DPP Katedral

Ratusan pengurus KBG, pengurus Wilayah dan pengurus harian Dewan Pastoral Paroki DPP dan Dewan Keuangan Paroki DKP Katedral Ruteng, hari Minggu (24/5) kemarin mengikuti Rapat Pleno DPP Katedral Ruteng. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Aula Assumpta mulai jam 10.00 Wita dengan agenda pembekalan dan informasi umum terkait mekanisme kerja agen pastoral di paroki ini periode 2015 – 2019.

ratusan pengurus ikut pleno dpp katedral

Pengurus Pleno DPP Katedral Ruteng | Foto: Kaka Ited

Dalam pertemuan tersebut, berbagai hal mengemuka terutama tentang pengelolaan keuangan paroki dalam hubungan dengan kemandirian finansial serta tata administrasi mulai dari tingkat Komunitas Basis Gerejawi atau KBG sampai tingkat Paroki. Selain itu, para pengurus KBG juga diminta untuk memperhatikan beberapa hal penting seperti umat yang berhak mendapatkan bantuan kolekte Gerakan Seribu Rupiah GESER, serta jadwal tugas keamanan dalam setiap misa yang dimuat di halaman pertama Kreba.

Ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran mengatakan dalam periode kepengurusan yang baru ini, beberapa hal akan ditata kembali termasuk mekanisme pelayanan administrasi. Salah satunya adalah bentuk tidak lanjut dari usulan peserta pleno tentang penyeragaman model surat pengantar dari KBG terhadap umat yang akan mengurus surat-surat di Paroki. “DPP akan meyiapkan model atau format surat pengantar yang nanti akan digunakan oleh pengurus KBG sehingga ada keseragaman,” kata Ketua DPP Katedral Ruteng.

Sementara itu dalam hubungannya dengan pengelolaan keuangan paroki, Ketua DKP Inocentius Peni mengatakan selama ini Paroki Katedral Ruteng menerapkan sistem pengelolaan keuangan paroki yang transaparan dan akuntabel. Ino mengatakan, “Selama ini secara reguler, laporan keuangan diserahkan ke Keuskupan dan di waktu-waktu berikutnya akan disampaikan secara tertulis kepada para pengurus KBG  dan Wilayah setiap tiga bulan sekali. Sementara secara umum, informasi keuangan Paroki dapat disimak di Warta Mingguan Kreba.”

Pastor Paroki Katedral Ruteng, RD Daniel Sulbadri, Pr dalam sambutan penutup Pleno DPP Katedral Ruteng menegaskan beberapa hal, di antaranya: jika ada umat yang memang oleh pengurus KBG dianggap sangat kesulitan memenuhi kewajiban Iuran Paroki Mandiri atau IPM, maka pengurus KBG tersebut dapat membebaskannya dari segala kewajiban. “IPM dan kewajiban keuangan lain adalah tanggungjawab umat dalam hidup berparoki. Tetapi perlu diingat, selama ini, Paroki Katedral Ruteng tidak pernah menghalangi umat menerima Sakramen hanya karena persoalan keuangan,” tegasnya.

Romo Deny juga mengundang umat untuk menyukseskan Pekan Puncak Penutupan Sinode III Keuskupan Ruteng pada bulan Juli mendatang dan berterima kasih kepada sekita 500 pengurus yang hadir pada rapat pleno DPP Katedral Ruteng tersebut. “Rapat ini memecahkan rekor kehadiran pengurus, karena jumlah yang hadir sangat banyak dibandingkan pertemuan-pertemuan serupa pada waktu-waktu sebelumnya,” kata Romo Deny. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *