Rencana Kegiatan Bulan Kitab Suci dan Ulang Tahun Paroki

Logo BKSN 2013
Bulan September adalah Bulan Kitab Suci Nasional. Karenanya pada bulan itu umat Katolik diharapkan untuk lebih sering membaca dan merenungkan Kitab Suci. Hal tersebut disampaikan oleh P. Yosef M. Toron, SVD pada pertemuan membahas Bulan Kitab Suci Nasional dan ulang tahun Paroki Katedral Ruteng yang ke-93, di Aula Assumpta Katedral Ruteng, Minggu (18/8) kemarin.
Selain itu, menurut Pater Yosef dalam kaitan dengan ini, setiap Paroki diharapkan mengadakan berbagai kegiatan seperti kuis kitab suci dan lain-lain. Tema Bulan Kitab Suci Nasional tahun ini adalah: Keluarga Bersekutu dalam Sabda dengan sub tema: Keluarga yang beriman, Keluarga yang berakar pada Sabda Allah, Keluarga yang bersekutu dan Keluarga sebagai sarana menuju kesucian. 

Di Paroki Katedral Ruteng, bulan Kitab Suci ini bertepatan dengan peringatan ulang tahun paroki yang ke-93. Karenanya seluruh kegiatan yang dirancang untuk Bulan Kitab Suci Nasional akan mencapai puncaknya pada tanggal 22 September, sehari sebelum hari ulang paroki. Beberapa kegiatan dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional tingkat Paroki Katedral Ruteng yakni: Quis Kitab Suci untuk tingkat SD, SMP dan SMA/SMK, Lomba Baca Kitab Suci dalam Bahasa Manggarai dan Pendalaman Kitab Suci di KUB. Hal tersebut ditegaskan oleh Pastor Paroki Katedral Ruteng, Rm. Deny Sulbadri, Pr.
HUT ke-93 Paroki Katedral Ruteng
Sementara itu dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-93 Paroki Katedral Ruteng, panitia merancang beberapa kegiatan yakni: Lomba Memasak Makan Siang (Menu Lengkap) antar Komunitas Umat Basis. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di pelataran parkir Katedral Ruteng tanggal 23 September 2013. Pada lomba tersebut, setiap peserta diwajibkan menggunakan bahan pangan lokal. Pada tahun sebelumnya, puncak HUT Katedral Ruteng ditandai dengan kegiatan Malam Kuliner 92.
Dalam kaitan dengan dua kegiatan tersebut -Bulan Kitab Suci Nasional dan Ulang Tahun Paroki-, Romo Deny berharap agar umat menjadi semakin baik, menjadi umat Katolik yang berkualitas. Selain itu, diharapkan agar umat tidak melupakan fokus paroki saat ini yakni pembangunan aula paroki. (bell)


Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *