Rest In Peace Bapak Marsel Bala Parera

“Selama hidupnya, Bapa Marsel adalah tokoh yang berdedikasi. Perhatiannya pada pembinaan kaum muda dan partisipasi aktif dalam hidup menggereja adalah bukti yang nyata,” kata Vikjen Keuskupan Ruteng Rm. Laurens Sopang, Pr saat memimpin misa requiem penguburan Rikardus Marselus Bala Parera, Wakil Ketua Pelaksana I Rumpun Pembinaan DPP Katedral, di Gereja Katedral Ruteng, hari ini (1/2) jam 09.00 WITA.

Rest In Peace Bapak Marsel Bala Parera

Misa Requem Bapak Marsel B. Parera | Foto: Gusty Stat

Dalam kotbahnya, Romo Laurens bercerita tentang pengalamannya bersama almarhum, baik ketika beliau masih menjadi bruder maupun setelah memutuskan untuk hidup berkeluarga. “Banyak hal yang kami alami bersama, terutama ketika masih sekolah,” tutur Romo Laurens. Sementara itu, menjelang akhir hayatnya, almarhum masih terlibat aktif dalam berbagai kegiatan di Paroki Katedral Ruteng. Terakhir, pada tanggal 20 Januari 2013 lalu ikut dalam Rapat Pleno DPP dan memberikan sumbangsih pemikiran untuk berbagai agenda paroki sepanjang tahun 2013 ini.

Ribuan umat hadir pada misa konselebran tersebut, sebagian besar adalah siswa dari sekolah-sekolah yang aktif pada kegiatan kepanduan. Seperti diketahui, selain menjadi aktivis Gereja, Marsel Bala Parera adalah tokoh penting PRAMUKA di Kabupaten Manggarai. Alumnus IKIP Sanata Dharma Jogjakarta tahun 1978 ini, meninggal dunia hari Rabu, 30 Januari 2013 di RSUD Ruteng pada usia 65 tahun.

Perwakilan Keluarga Herman Djegaut pada sambutannya mengungkapkan, selama hidupnya, Marsel Bala Parera adalah seorang rasul awam, tidak hanya untuk Paroki Katedral tetapi juga untuk keuskupan Ruteng. “Kalau dulu Pahlawan Nasional Mgr. Soegijapranata berharap agar kita menjadi 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia, Bapa Marsel ini telah melaksanakannya dalam seluruh hidupnya,” tutur Djegaut yang menambahkannya dengan kisah tentang kehidupan almarhum pada pembinaan kaum muda terutama PRAMUKA.

Seusai misa, upacara dilanjutkan dengan penghormatan kenegaraan yang dipimpin oleh Kepala BKD Kabupaten Manggarai Fransiskus Kakang di pelataran parkir Katedral Ruteng. Pada pembacaan riwayat hidupnya oleh Wakil Ketua Pelaksana III Rumpun Pengudusan DPP Katedral, Simon Manggu terungkap bahwa selama hidupnya ayah tiga orang anak ini benar-benar berdedikasi penuh pada panggilannya sebagai guru dan awam Katolik. Marsel Bala Parera pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Manggarai selama dua periode (1987 – 1997), mendapat penghargaan guru teladan tingkat kabupaten dan propinsi (1999), serta segudang prestasi lainnya dalam bidang kepramukaan. “Sejak tahun 2005 sampai saat meninggalnya, Bapa Marsel adalah perintis kegiatan reboisasi Golo Lusang. Bahkan dua hari sebelum meninggal, beliau masih sempat mengunjungi pohon-pohonnya di Golo Lusang,” kata Simon Manggu.

Sementara itu, Bupati Manggarai Drs. Christian Rotok dalam sambutannya yang dibacakan oleh Frans Kakang mengucapkan terima kasih atas seluruh dedikasi almarhum selama hidupnya baik ketika aktif sebagai PNS maupun saat pensiun. “Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas nama korps, jika selama hidupnya mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari teman sejawat.” Rikardus Marsel Bala Parera, dimakamkan di pemakaman keluarga di Kedutul – Ruteng. Rest In Peace Bapak Marsel Bala Parera. (bell)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *