Rm. Beben: Kenaikan Kristus Bukan Hanya Sejarah

Kenaikan Kristus ke Surga bukan hanya sebagai suatu catatan sejarah. Lebih dari itu, peristiwa besar tersebut adalah juga suatu amanat. Hal tersebut disampaikan oleh Pastor Kapelan Katedral Ruteng, Rm. Beben Gaguk, Pr pada Misa Kenaikan di Gereja St. Maria Aassumpta Katedral Ruteng, Kamis (29/5) jam 08.00 Wita.

Rm. Beben: Kenaikan Kristus Bukan Hanya Sejarah

Rm. Beben Gaguk, Pr | Foto: Kaka Ited

Menurut Romo Beben, peristiwa tersebut harus dipandang sebagai: “Dia pergi dan tugas-Nya dikerjakan oleh engkau dan saya. Karenanya, barangsiapa merayakan hari kenaikan Kristus, dia juga harus mengingat pesan Yesus sebelum Ia pergi: Pergilah ke seluruh dunia, jadikan segala bangsa murid-Ku. Apa yang Aku katakan kepadamu ajarkanlah mereka, supaya mereka menjalankannya dan engkau yang mengabarkan Injil akan Kusertai, sampai kesudahan, sampai selama-lamanya.”

Ditambahkannya, penginjilan itu bukan tugas gereja mula-mula saja. Penginjilan bukan sudah tidak ada, tetapi ada pada setiap zaman. Para rasul dan para nabi memang sudah tidak ada. Namun, fungsi-fungsi kerasulan dan kenabian masih tetap ada. Jadi, yang diutus mewakili Tuhan untuk berbicara adalah fungsi yang masih berada dalam segala zaman. “Maka kita juga harus menegaskan hal ini. Pengertian tentang kesadaran semacam ini akan mengubah dan menggugat kembali tugas kita terhadap dunia ini,” kata Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng ini.

Arti Kenaikan Kristus

Dalam kotbahnya, Romo Beben mengingatkan tentang arti Kenaikan Kristus ke Surga. Pertama, Yesus Kristus adalah orang yang sudah diterima dengan sukacita oleh Tuhan Allah. Ini adalah delighted decision. Suatu tempat yang diterima dengan baik, suatu tempat yang diberikan karena yang memberi begitu senang kepada Dia. Kedua, tempat sebelah kanan berarti tempat pemenang. Setelah orang yang bertempur dalam medan peperangan pulang, ia diberikan tempat di sebelah kanan oleh raja. Jenderal yang menang, jenderal yang begitu penting, duduk di sebelah kanan. Yesus Kristus menjadi pemenang di dalam medan peperangan. Itu sebabnya Ia duduk di sebelah kanan Bapa. Ketiga, tempat kanan berarti tempat penguasa. Tuhan memberikan kekuatan, kuasa, dan mandat yang melampaui apapun di bumi kepada-Nya. Itulah kuasa yang diberikan kepada Yesus Kristus.

Di Gereja St. Maria Assumpta Katedral Ruteng, perayaan Misa Kenaikan dilaksanakan dua kali. Misa pertama jam 06.00 Wita dipimpin oleh Pastor Paroki Katedral Ruteng, Rm. Daniel Sulbadri, Pr. Liturgi ditanggung oleh Wilayah II. Sedangkan petugas liturgi Misa kedua adalah umat dari wilayah VIII dan IX. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *