Sayur Organik Katedral Siap Panen Lagi

Sayur organik di kebun paroki Katedral Ruteng kembali memasuki masa panen. Pengelola kebun sayur organik San Denggot mengatakan, setelah musim panen sebelumnya lewat beberapa waktu silam, mulai Sabtu (9/5) kemarin beberapa jenis sayur organik kembali siap panen.

sayur organik katedral siap panen lagi

Kebun sayur organik Katedral Ruteng | Foto: Dok DPP

Jenis sayur organik yang siap panen mulai pekan ini adalah kol ungu, vanboks, daun ketumbar, brokoli dan tomat. “Jadi beberapa jenis itu sudah siap panen, sehingga umat kita persilakan untuk langsung datang ke kebun paroki dan mendapatkan sayuran sehat tersebut,” kata San Denggot. Ditambahkannya, karena seluruh proses pengolahan sayur tersebut menggunakan konsep pertanian organik sehingga dapat dipastikan bahwa seluruh jenis sayur yang tersedia di kebun paroki Katedral Ruteng adalah sayur sehat yang cocok untuk konsumsi keluarga.

Sementara itu, jenis sayuran lain saat ini sedang dalam proses pengolahan dan dalam waktu-waktu mendatang juga akan segera siap panen. “Konsepnya supaya masa panennya berkelanjutan, sehingga banyak bibit (jenis sayuran, red) yang kita siapkan dan masa tanamnya juga berbeda. Kalau ada yang sudah siap panen, maka juga ada yang akan menyusul. Untuk Mei ini, beberapa jenis sayuran akan menyusul masa panennya karena sudah ditanam dan tinggal tunggu waktunya. Jenisnya macam-macam,” jelas San lagi dan membeberkan jenis-jenis yang sudah ditanam tersebut, yakni: buncis, kol biasa, wortel, terung, sawi, selada keriting dan daun bawang.

Sumber pendapatan

Kebun sayur organik paroki Katedral Ruteng mulai dikembangkan sejak bulan April 2013. Program ini adalah tanggapan atas seruan Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng, tentang pentingnya kesadaran ekologis dalam setiap kotbahnya. Pola pertanian organik yang ramah lingkungan adalah salah satu jawaban DPP Katedral Ruteng atas seruan itu. “Selain itu, kita ingin memberi contoh kepada umat agar mau belajar dan mengembangkan konsep ini pada lingkungan mereka. Kalau tidak untuk kepentingan ekonomis dalam arti mencari keuntungan, bisa dilakukan untuk pemenuhan sayur sehat keluarga,” kata Ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran.

Untuk Paroki Katedral Ruteng sendiri, kebun sayur organik akhirnya menjadi salah satu sumber pendapatan paroki dalam kerangka kemandirian finansial. “Untuk triwulan pertama tahun 2014 ini (Januari – Maret), penghasilan atau pemasukan dari pos kebun sayur organik ini adalah Rp. 1.315.000,-,” kata Bendahara DPP Katedral Helena M. Palu. Helena juga berharap agar semakin banyak umat Katedral yang berbelanja sayur organik di kebun paroki. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *