Selesai, Database Umat Katolik Katedral Ruteng


Database Umat Katolik di Katedral Ruteng telah rampung dientry pada bulan April 2013. Saat ini sudah masuk dalam proses revisi untuk ketepatan data, sebelum software ini digunakan untuk berbagai kepentingan parokial. Seperti diketahui, sejak tahun 2012 silam, Paroki Katedral Ruteng memutuskan untuk menggunakan program Database Umat Katolik yang dikembangkan oleh programmer Erwin Stefanus. Program yang sama telah dipakai oleh banyak paroki di beberapa Keuskupan di Indonesia.

Ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran di kesempatan awal penggunaan program ini menjelaskan, penggunaan teknologi informasi dalam mendata umat sengaja dipakai untuk kemudahan administrasi, serta keselamatan data. “Kita pakai IT (information technology – red) agar ke depan, sistem pendataan kita menjadi lebih rapi. Selain itu juga memudahkan update atau pemutakhiran data umat di wilayah Paroki Katedral,” jelas Erlan Yusran. 

Untuk kepentingan tersebut pada akhir Agustus 2012, DPP mendatangkan programmernya untuk memberikan pelatihan kepada karyawan paroki Katedral Ruteng. DPP selanjutnya menunjuk Herry da Lopez sebagai admin database yang selanjutnya bertanggungjawab atas seluruh pengolahan data, dibantu oleh tim kerja Markus Tarut dan Max Sampur serta sejumlah relawan. Berikut tahapan pengolahan Database Umat Katolik di Katedral Ruteng:
  1. Pengumpulan data umat oleh relawan dibantu oleh para pengurus KUB
  2. Pelatihan bersama programmer tentang metode pengisian data dan hal-hal lain
  3. Entry data tahap pertama, dilakukan sampai selesai pada bulan April 2013
  4. Data yang telah dientry kemudian diprint dan dibagikan kepada pengurus KUB untuk disesuaikan
  5. Entry data tahap dua (revisi)
  6. Final
Admin program Database Umat Katolik Katedral Ruteng Herry da Lopez mengungkapkan, dalam proses sempat ditemui beberapa kendala, namun akhirnya bisa diatasi. “Tahap awal sempat tersendat karena relawan kesulitan mengumpulkan data umat tepat waktu. Selain itu, banyak umat yang lupa mengisi tanggal lahir dan beberapa data lain sehingga tim entry juga agak terlambat dari target semula yakni selesai pada akhir tahun 2012,” tutur Herry. 

Tentang mengapa proses tahapan revisi dilakukan, menurut Herry karena setelah diperiksa kembali beberapa data tidak sesuai. “Ada data yang tidak lengkap atau salah, terutama dalam penulisan nama dan tanggal lahir. Selain itu, setelah selesai dientry pada tahap pertama diketahui ada umat yang belum terdata dan ada umat yang ada dalam data tetapi sudah pindah,” lanjutnya. Masih menurut Herry, dari entry tahap pertama diketahui jumlah umat di Paroki Katedral adalah 12.153 orang dari 2.384 KK. Jumlah tersebut akan mengalami perubahan setelah proses revisi selesai. “Diperkirakan, ketepatan data tahap pertama itu lebih dari 90%, sehingga perubahannya akan sangat kecil,” tambah Herry.  

Sementara itu, Ketua DPP Katedral Ruteng menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh umat atas kerjasamanya dalam mendukung ketersediaan data umat berbasis IT di Paroki Katedral Ruteng. Ketua DPP juga berharap agar para pengurus kelompok terus melakukan koordinasi dengan tim entry database untuk pemutakhiran data. Software Database Umat Katolik yang akan dipakai di Katedral Ruteng nantinya memudahkan penelusuran data umat sehingga lebih mudah dalam pengurusan surat-surat yang terkait dengan kepentingan Gereja. (bell)

Baca juga:
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Satu gagasan untuk “Selesai, Database Umat Katolik Katedral Ruteng

  1. Selamat pagi, berkah dalem

    saya berasal dari Stasi Santo Rafael Kalinegoro Magelang, Jawa Tengah
    Paroki Santo Mikael Panca Arga Magelang

    saya tertarik dengan Software Database Umat Katolik, tetapi saya kesulitan men download software tersebut karena ada passwordnya, dan telah mengirim email ke Programmer Erwin Stefanus tetapi belum ada balasan

    apakah pihak Katedral Ruteng bisa membantu saya
    misalnya password untuk mendownloadnya apa?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *