Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja di Katedral Ruteng

Puluhan remaja dan orang muda mengikuti kegiatan sosialisasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Assumpta, Katedral Ruteng.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapat penjelasan tentang kesehatan remaja dan hal-hal yang berkaitan dengan topik tersebut. Persoalan perilaku seks bebas, penyebaran HIV/AIDS, serta penggunaan obat-obat terlarang juga diangkat dalam kegiatan tersebut.

Simak informasi tentang kegiatan tersebut, berikut ini.

sosialisasi kesehatan reproduksi bagi remaja di katedral ruteng

Sosialisasi Kesehatan Reproduksi di Katedral Ruteng | Foto: keuskupanruteng.org

Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja di Katedral Ruteng

Paroki St. Maria Assumpta – St. Yosef, Katderal Ruteng, Flores bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai melaksanakan kegiatan sosialisasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Sosialisasi dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak di Aula Paroki Katedral, Minggu (17/09).

“Kegiatan ini bertujuan agar kita para remaja mengenal diri secara baik tentang reproduksi, agar menjadi generasi berencana dan tidak terjerumus dalam aktivitas free seks, HIV-AIDS dan NAPZA,” jelas Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Christina Tarigan.

Lebih dari 30 remaja dan orang muda hadir dalam kegiatan itu, terdiri atas OMK, dan pelajar SMP dan SMA. Mereka diperkenalkan dengan materi-materi seputar kesehatan reproduksi, masalah-masalah sosial akibat perilaku seks bebas, HIV AIDS, dan obat-obat terlarang.

Hesti Ngajang, salah satu pemateri dalam sosialisasi itu menekankan pentingnya perilaku yang bijak dari para remaja khususnya dalam bergaul. Setelah mengenal berbagai hal terkait kesehatan reproduksi dan masalah-masalah sosial itu, mereka diharapkan dapat menjaga perilaku yang sehat.

“Remaja mesti bijaksana dalam setiap pergaulan agar kesehatan reproduksi tetap terjaga serta terhindar dari perilaku yang melanggar norma masyarakat seperti seks bebas, narkoba dan HIV-AIDS,” kata Hesti Ngajang.

Pastor Rekan Paroki Katedral Ruteng, Rm. Risno Maden, Pr., mengatakan sosialisasi seperti ini sangat penting dilaksanakan di Paroki Katedral yang seluruh wilayahnya merupakan kota dan pusat keramaian. Selain itu, banyaknya remaja dan orang muda di Paroki itu yang jauh dari awasan orang tua dan tinggal di asrama atau kos-kosan rentan terhadap perilaku menyimpang.

“Perilaku seks bebas, HIV, dan konsumsi Narkoba menjadi ancaman bagi kota seperti Ruteng ini,” tegas Rm. Risno.

(Sumber: keuskupanruteng.org)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *