Proses Menjadi

Melayani… (foto: Kaka Ited)
Pelbagai upaya senantiasa dilakukan oleh segenap elemen umat di Paroki Katedral mulai dari Pastor Paroki, Pastor Kapelan, para Penasihat, Pengurus Harian DPP, Ketua dan Pengurus Wilayah, Ketua dan Pengurus KUB, para Ketua Seksi, Ketua dan Pengurus Organisasi Rohani, Pimpinan Biara, para Karyawan dan tentunya seluruh Umat Paroki, dalam rangka –meminjam istilah Romo Gusty Iwanti– Proses Menjadi. Menjadi lebih baik, lebih berkembang, lebih berkualitas dan lebih-lebih lainnya.

Pembangunan fisik, penataan lingkungan, peningkatan pelayanan liturgi, memaksimalkan pelayanan pastoral, aneka ragam kegiatan seksi dan lain-lain, termasuk melakukan safari kunjungan ke KUB dan Misa KUB telah dilakukan. Namun segala upaya terasa datar –tidak terlihat sangat berdampak-. Semangat yang menggelora, berkobar, berapi-api tidak tampak sama sekali, situasi yang juga terjadi di tengah kehidupan umat, kelompok dan wilayah. Semua berlangsung datar-datar saja seperti ritme kehidupan rutinitas belaka. Inilah usaha manusia…

Romo Laurens Sopang, Pr dalam suatu kesempatan mengatakan bahwa jika demikian keadaannya, maka Roh Kudus tidak ada dalam upaya itu. Padahal Roh Kudus seharusnya dilibatkan dalam setiap upaya manusia karena Roh itulah yang akan memberikan semangat tak kunjung padam, menyatukan dan menggerakkan hati semua orang, memberikan pengertian dan pemahaman yang baik dan benar. Persoalannya adalah: Apakah Roh Kudus datang begitu saja??? Tidak! Roh Kudus harus diundang untuk masuk dalam jiwa kebatinan manusia. Artinya, perlu ada persiapan batin. 

Pertanyaan refleksi itulah yang mengajak dan menyadarkan kita untuk stop seluruh aktivitas keseharian dan coba memasuki dan menyelami keadaan batiniah kita bersama-sama dan sendiri-sendiri demi menjadikan Paroki Katedral sebagai Paroki Sulung yang benar-benar Ulung menurut Pak Tarsi Hurmali. Kesadaran itulah yang mengantar pengurus Pleno DPPKR untuk mengikuti ret-ret di Wae Lengkas pada hari Jumat, 24 Mei sampai Minggu, 26 Mei 2013. Sangat diharapkan agar seluruh KUB, Wilayah dan pengurus Seksi dan elemen-elemen terkait terwakili kehadirannya.

Dalam pada itu, pekerjaan pembangunan aula kita sudah siap memasuki pemasangan konstruksi baja. Seluruh bahan dalam proses pengapalan dan pengiriman dari Surabaya ke Ruteng. Inilah momentum yang sangat ditunggu-tunggu dan sekaligus mendebarkan karena di satu sisi itu berarti sebentar lagi kita akan melihat rangka konstruksi berdiri, dan di sisi lain kita berkewajiban untuk membayar pekerjaan tersebut sesuai kontrak. Waktu lalu sebagian besar umat mengatakan: karena pekerjaan belum, dimulai maka kami juga belum berpartisipasi aktif. Sekarang, saat ini pekerjaan sudah dimulai, tetapi partisipasi umat juga belum nampak secara signifikan. Harapan kita semua agar terjadinya kata dan perbuatan seia sekata. Informasi keuangan pembangunan dapat diikuti di warta mingguan Kreba.

Sementara itu, program data umat hampir rampung. Data umat ini akan sangat membant urusanadministrasi dan juga dapat dipakai sebagai fondasi dalam menentukan arah dan kebijakan pastoral paroki. Tahun 2014, program kerja DPPKR coba disusun berdasarkan data sehinggat program kerja benar menjawab kebutuhan riil umat. Fakta nyata penggunaan data umat ini langsung terbukti dengan terkoreksinya jumat umat Paroki Katedral dari yang selama ini diyakini sebesar 20.974 juga menjadi hanya kurang lebih 11.000-an jiwa (8 KUB masih dalam proses pengambilan data). Jumla ini masih akan dikroscek pada bulan Mei agar validitasnya mendekati sempurna.

Inovasi terbaru dalam kebersamaan dengan umat yang membutuhkan tampak dalam program Geser (Gerakan Seribu Rupiah) yang dikumpul dari seribu rupiah tiap hari, tiap minggu dan didistribusikan setiap awal bulan. Pertama kali akan diberikan pada bulan Mei bertepatan dengan Bulan Maria pada satu keluarga (penentuan sasaran berdasarkan usulan dari KUB dan pertimbangan DPP). Kiranya kepedulian ini dapat meringankan beban yang ada. Di sini kita tidak berbicara jumlah tetapi berbicara Empati. Dan pada tahap inilah umat merasa disapa oleh Gereja-Nya. Kita semua adalah agen-agen Kristus yang bersaudara dengan semua orang yang berkekurangan. Kita tingkatkan tali persaudaraan yang mungkin longgar; dari kita, oleh kita, untuk kita.

Salam
DPP Katedral Ruteng
– April 2013

Postingan terkait:
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *