Sukses, Panen Perdana Sayur Organik

Setelah hampir sebulan, kebun sayur organik di Paroki Katedral Ruteng akhirnya memasuki masa panen perdana hari Minggu (26/5) kemarin. Meski tidak semua jenis yang ditanam telah siap dipanen, namun antusiasme umat tampak terlihat di kebun paroki.

Panen Sayur Organik di Katedral Ruteng

Panen Sayur Organik di Katedral Ruteng | Foto: Armin Bell

Mereka menikmati masa panen perdana untuk sayur jenis sawi dan pokcai, bersama pendamping dari LSM Ayo Indonesia serta karyawan paroki, langsung setelah Misa Pelantikan Panitia Sinode III Keuskupan Ruteng. Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng juga berkesempatan menyaksikan panen perdana sayur organik tersebut dan menyampaikan apresiasinya atas terobosan yang dilakukan oleh Paroki Katedral Ruteng.

Seperti diketahui, bekerja sama dengan LSM Ayo Indonesia, Paroki Katedral Ruteng sejak bulan April silam mengembangkan pertanian organik di kebun paroki. Ada lebih dari 15 jenis sayur yang dikembangkan, di antaranya pokcai, sawi, wortel, selada keriting, tomat dan lain-lain. Hari Minggu kemarin, sayur jenis pokcai dipanen untuk pertama kali. Umat Katedral diberi kesempatan untuk memanen sendiri dengan harga yang disesuaikan dengan harga sayur di pasaran. Pada panen hari pertama tersebut, dari satu jenis sayur saja mendapatkan hasil sekitar Rp. 300.000,-. Umat lainnya juga datang pada hari-hari berikutnya.

Ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran mengaku senang atas apresiasi umat pada panen perdana ini, dan terutama karena kebun sayur organik ini akhirnya mulai dinikmati hasilnya. Pada hari-hari selanjutnya, kebun paroki terbuka luas bagi umat yang ingin membeli sayur organi dengan sistem panen sendiri. Selain itu, Paroki Katedral juga memberi kesempatan kepada umat yang tertarik untuk belajar mengembangkan pertanian organik. “Kita buka kesempatan seluas-luasnya bagi umat yang mau belajar di Paroki Katedral,” tutur Erlan. (pkr)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *