Surat Gembala Uskup Ruteng Sinode III

Selama tiga tahun (2013 – 2015), Kesukupan Ruteng memasuki Sinode III. Sidang keuskupan itu dilaksanakan dalam tiga tahapan. Dalam kaitan dengan momen penting tersebut, Mgr. Hubertus Leteng mengeluarkan Surat Gembala. Berikut Surat Gembala Uskup Ruteng Sinode III.

Para Imam, Biarawan/wati dan seluruh umat Keuskupan Ruteng yang dicintai Tuhan!

Setelah kita merayakan dengan penuh sukacita Yubileum 100 Tahun Gereja Katolik Manggarai pada tahun 2012, kini kita, umat Allah Keuskupan Ruteng memasuki paruh abad kedua peziarahan kita di bumi Nuca Lale ini. Dalam situasi penuh syukur ini, muncul pertanyaan-pertanyaan mendasar berikut: Bagaimanakah reksa pastoral Gereja partikular Keuskupan Ruteng di masa yang telah lewat? Manakah isu-isu strategis pastoral yang menantang perutusan Gereja partikular Keuskupan Ruteng dewasa ini? Dan bagaimanakah Gereja partikular Keuskupan Ruteng di masa depan semakin dapat mewujudkan Kerajaan Allah dalam konteks kehidupan di Manggarai Raya yang berubah semakin cepat? 

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang ingin kita jawab dalam Sinode III Keuskupan Ruteng yang kami tetapkan berlangsung dari tahun 2013-2015. Sinode adalah refleksi dan dialog tentang kehidupan Gereja oleh para imama dan orang-orang beriman Kristiani untuk membantu uskup mewujudkan kesejahteraan komunitas diosesan (KHK Kn. 460). Melalui syering pengalaman iman dan refleksi pastoral yang integral dalam Sinode, kita ingin mencapai beberapa sasaran berikut. 

Pertama, gambaran yang obyektif tentang kehidupan pastoral Gereja partikular Keuskupan Ruteng selama ini. 

Kedua, potret dinamika kehidupan umat keuskupan Ruteng yang konkret sekarang ini dengan segala problematikanya, dengan suka dan dukanya, kecemasan dan harapannya (GS 1). 

Ketiga, reksa pastoral kontekstual transformatif yang berbasis iman demi terwujudnya Gereja Katolik Keuskupan Ruteng yang semakin beriman solid, mandiri dan solider

Dalam upaya mencapai tujuan tersebut kita menggunakan metode dan proses tiga langkah yang dikenal dengan metode 3 M. Metode ini populer di kalangan Gereja Katolik melalui ensiklik “Mater et Magistra” Paus Yohanes XXIII pada tahun 1961. 

M yang pertama adalah MELIHAT. Dalam tahap ini, kita ingin meneropong bersama secara jernih istuasi nyata umat Allah keuskupan Ruteng dan menemukan masaalah dominan dan isu strategis dalam kehidupan bersama. Setelah itu kita memasuki M yang kedua yaitu MENILAI. Dalam tahap ini, kita mempertimbangkan situasi aktual tersebut dalam cahayan iman kristiani, menilainya dalam tuntunan Kitab Suci dan ajaran Tradisi Gereja. Akhirnya kita tiba pada M yang ketiga yaitu MEMUTUSKAN. Dalam tahap terakhir ini, kita membuat rekomendasi dan kebijakan pastoral yang menjawabi situasi konkret umat dan diinspirasi oleh Sabda Allah. 

Para Imam, Biarawan/wati, dan seluruh umat Allah yang dicintai Tuhan! 

Sinode berarti jalan bersama. Kita ingin berziarah bersama sebagai satu persekutuan umat Allah Keuskupan Ruteng. Jalan bersama itu kita ungkapkan dalam doa dan ibadat khususnya perayaan ekaristi manakalah kita memecah-mecahkan dan membagi-bagi roti kehidupan kekal. Jalan bersama itu kita bangun dalam kekuatan Sabda Allah dan kita wartakan melalui katekese umat di Kelompok Umat Basis, saat kita mensyeringkan dan mengkomunikasikan pengalaman perjumpaan dengan Allah dalam hidup sehari-hari. Jalan bersama itu tampak ketika kita berefleksi dan berdiskusi bersama, dalam forum ‘lonto leok‘ untuk menemukan gema-gema lembut suara ilahi dalam kebisingan dan kesibukan hidup kita dewasa ini.

Dalam Sinode III ini kita, umat Allah Keuskupan Ruteng ingin berjalan bersama. Dalam ungkapan budaya Manggarainya: lako cama-cama, lako neki ca, padir wa’i rentu sa’i, lonto leok. Sangatlah menggembirakan dan membanggakan bahwa tradisi lokal dan kebijakan luhur nenek moyang kita mempraktikkan Sinode. Orang Manggarai dalam sebuah perjalanan jauh mengenal tempat mengaso yang disebut: wejang asi. Di sana orang beristirahat untuk melepas lelah. Di sana orang makan minum sambil berbicara dengan teman seperjalanan. Di sana orang menimba kekuatan baru untuk perjalanan selanjutnya.

Karena itu wejang aji biasanya ada pada tempat strategis di puncak gunung atau pada mata air. Persis hal ini pulalah yang ingin kita laksanakan dalam Sinode kita. Dalam ziarah panjang tanah Congka Sae ini, Gereja ingin mengaso sejenak. Kita ingin berbicang-bincang dan melihat dengan jernih kenyataan pastoral selama ini. Kita hendak mencicipi Roti kehidupan kekal yang memberikan kekuatan baru. Kita mau melangkah ke depan dalam tuntunan sabda Allah. Refleksi pastoral, berhenti sejenak, demi menimba kekuatan dari Allah dalam peziarahan bersama untuk mewujudkan Kerjaan Allah, itulah yang disebut Sinode.

Para Imam, Biarawan/wati, dan seluruh umat yang dicintai Tuhan! 

Marilah kita semua, para pelayan pastoral dan seluruh umat Keuskupan Ruteng turut mengayunkan langkah dalam gerakan bersama Sinode ini. Marilah kita mengikuti seluruh proses Sinode III Keuskupan Ruteng, selama tiga tahun ini dengan pikiran yang jernih, hati yang tulus dan semangat yang berkobar-kobar. Peziarahan iman kita masih panjang, tetapi kita selalu berpengharapan, karena kita memiliki seorang sahabat dalam perjalanan. Yesus Kristus adalah sahabat sejati kita. Tetapi Dia bukan hanya teman seperjalanan kita; Dia juga adalah jalan yang menuntun kita menuju kebenaran dan keselamatan (Yoh 14:6).

Marilah pula kita menyerahkan Sinode III Keuskupan Ruteng ke dalam perlindungan bundaNya dan bunda kita Maria. Semoga Sang Bunda Allah yang telah mengikuti jalan Sang Putra dengan setia, menuntun perjalanan hidup kita dengan penuh belas kasih dan semoga berkat doaNya kita juga kelak mencapai tujuan ziarah hidup kita yaitu kepenuhan hidup dan sukacita abadi. Dalam ziarah bersama ini, marilah kita saling mendoakan dan melantunkan berkat Harun ini: “TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.” (Bil 6:24-26).

Ruteng, 21 September 2013 

Uskupmu, 

Mgr. Hubertus Leteng

 

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *