Tablo Kisah Sengsara Yesus Memukau Umat

Ribuan umat larut dalam suasana sedih saat menyaksikan pentasan Tablo Kisah Sengsara Yesus Kristus di halaman Gereja Katedral Ruteng, Jumat (18/3) kemarin. Tablo ini dilaksanakan dalam rangkaian Ibadat Jalan Salib terakhir sebelum memasuki Pekan Suci tahun 2016.

tablo kisah sengsara yesus memukau umat katedral

Para serdadu menyesah Yesus | Foto: Kaka Ited

Adalah OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng yang melaksanakan kegiatan teater tersebut. Hampir empatpuluh orang terlibat dalam kegiatan ini, dan mampu menghadirkan suguhan pentasan yang memukau umat yang hadir. Para pelakon dengan sungguh-sungguh memainkan perannya masing-masing sehingga membuat umat terlibat tidak hanya sebagai penonton pasif tetapi juga emosional.

Menurut sutradara Armin Bell, OMK Lumen Gratiae yang terlibat mampu menghadirkan pesan yang luar biasa pada dramatisasi kisah sengsara tersebut. “Banyak umat yang menangis melihat Yesus disesah, dihina, disalibkan. Di saat yang sama umat marah pada para serdadu (diperankan oleh Edward Ileng, Nathan Dalo, dkk), penghujat (dikomando oleh Ary ‘Kojek ‘ Jehatu), dan ahli taurat (Ferdy ‘Mojak’ Iring). Ada umat yang bahkan memohon agar cambukan terhadap Yesus (diperankan oleh Vincent ‘Eno’ Juna) dihentikan. Adegan pengadilan juga berhasil. Pilatus dan istrinya (Evan Lahur dan Angel) mampu membawa umat pada kisah sengsara tersebut dengan baik. Umat juga menangis ketika Yesus bertemu Ibunya (Grace Amat), dibersihkan wajahnya oleh Veronika (Yoland Naingalis), dan ketika menasihati wanita-wanita Yerusalem (Della Pery, dkk). Buat saya ini menunjukkan bahwa pentasan ini berhasil,” jelas Armin.

Ditambahkannya, dukungan properti yang disiapkan seluruhnya oleh Peik Paus, musik oleh Acik Chikko, tim ratapan yang terdiri dari Hilda Hambur, Jeany Sawang, Yenny Sawang, Rossy Fernandez, dan Lia Krowa, membuat seluruh tablo kisah sengsara ini berjalan jauh di atas yang dibayangkannya. “Saya jelas berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kemampuannya masing-masing dan sangat maksimal,” tutur Armin.

tablo kisah sengsara yesus memukau umat katedral

Yesus Disalibkan | Foto: Kaka Ited

Tablo Kisah Sengsara Yesus Disiapkan Sebulan

Sementara itu, Ketua OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng Adeng Krowa menuturkan dramatisasi Kisah Sengsara Yesus adalah salah satu agenda OMK Katedral tahun ini. Kegiatan besar ini dipersiapkan selama sebulan sejak akhir Februari 2016 silam. “Kami memutuskan membuat pentas tablo pada tahun ini setelah pada waktu-waktu sebelumnya kita sudah buat film pendek, pementasan teater dalam ruangan, dan beberapa kegiatan lain,” tuturnya. Untuk tablo kisah sengsara ini berbagai persiapan hanya dilakukan dalam waktu satu bulan. “Mulai dari mencari naskah, casting pemain, persiapan properti, latihan, mencari dana, dan lain-lain. Waktunya memang singkat tetapi kita bersyukur kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” jelas mahasiswa STKIP St. Paulus Ruteng ini.

Menurut Adeng, meski dengan anggaran terbatas tetapi berkat talenta yang luar biasa dari anggota OMK Lumen Gratiae, pentasan dapat berjalan dengan lancar. “Kita beruntung karena Kaka Peik Paus mampu membuat properti dari bahan-bahan bekas. Baju prajurit misalnya, diolah dari kulit bekas tempat berlutut di gereja. Itu kita sudah menghemat banyak namun tetap mampu menunjukkan hasil yang hebat. Belum lagi kayu untuk salib yang diambil dari kayu mati di kebun paroki. Jadi semuanya dibuat dengan biaya rendah,” jelasnya yang juga menambahkan bahwa dana dari donatur dan DPP Katedral Ruteng, sebagian digunakan untuk biaya konsumsi dan sound system yang juga dibayar sangat murah berkat kemurahan hati umat.

tablo kisah sengsara yesus memukau umat katedral

Para penghujat | Foto: Kaka Ited

Moderator OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng, RD Lian Angkur mengatakan sangat berterima kasih kepada semua orang yang terlibat pada kegiatan tablo kisah sengsara Yesus tersebut. “Kepada seluruh pemain, kepada donatur, kepada umat yang hadir, kepada orang tua dari para pemain, kepada DPP, kami ucapkan terima kasih,” kata Romo Lian sebelum menutup Ibadat Jalan Salib tersebut, Jumat kemarin. Usai pementasan, Pastor Kapelan Katedral Ruteng ini mengungkapkan bahwa ada banyak pesan yang berhasil disampaikan melalui kegiatan ini. “Terutama tentang keberadaan OMK sebagai wadah yang penting dan menarik untuk diikuti,” ungkap Romo Lian. (adm)

Foto-foto lain dapat dilihat di FB Page: Katedral Ruteng

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *