Tablo OMK Katedral Ruteng Warnai Jumat Agung di Ruteng Manggarai

OMK Lumen Gratiae Paroki Katedral Ruteng kembali memberi warna pada perayaan Paskah di Ruteng Manggarai.

Setelah pada tahun 2016 silam mementaskan tablo Kisah Sengsara Yesus di pelataran paroki Katedral Ruteng – Manggarai, tahun 2017 ini pementasan dilakukan mulai dari Lapangan Motang Rua, Ruteng.

tablo omk katedral warnai jumat agung di ruteng

Tablo OMK Katedral Ruteng | Dok. OMK LG

Tablo Kisah Sengsara Yesus OMK Katedral Ruteng Warnai Jumat Agung di Ruteng

Berbeda dengan tahun sebelumnya di mana pentas tablo dilaksanakan pada hari Jumat terakhir masa puasa, pada tahun ini OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng membuat pentasan tablo sebagai bagian dari Ibadat Jalan Salib Jumat Agung.

Pementasan dilaksanakan di dua tempat berbeda, yakni di lapangan Motang Rua Ruteng (adegan Taman Getsemani sampai Perhentian Ketiga “Yesus Jatuh Pertama Kali”), dan di pelataran Katedral Ruteng (perhentian kesepuluh sampai selesai). Sementara itu perhentian keempat sampai kesembilan dilaksanakan dalam perarakan ibadat Ibadat Jalan Salib (tanpa tablo) dari lapangan Motang Rua menuju Katedral Ruteng.

Berikut informasi pentas Tablo Kisah Sengsara Yesus yang dipersembahkan oleh OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng – Manggarai yang ditulis portal berita florespost.co.

Peringatan wafatnya Yesus Kristus oleh umat Kristiani di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Jumat (14/04/2017) diwarnai dengan “tablo” atau jalan salib hidup yang diperankan oleh 40 orang Orang Muda Katolik (OMK) Lumen Gratiae Paroki Katedral.

Ribuan umat yang mengikuti jalan salib dari tujuh paroki di kota Ruteng ini, memadati lapangan Motang Rua sejak pukul 05:30 wita, mengarahkan perhatiannya ketika para pelakon drama tablo Yesus dicium oleh seorang muridnya bernama Yudas Iskariot yang berkhianat terhadap Yesus yang dalam Tablo ini diperankan Oleh Eno Juna.

Drama jalan salib yang dimulai dengan lamentasi jam 06:00 wita, dipimpin oleh Romo Lian Angkur didamping oleh pastor paroki dari tujuh paroki di Keuskupan Ruteng.

Dalam perjalanan menuju bukit Golgota yang artinya Bukit Tengkorak, Yesus yang Lahir di Betlehem sempat jatuh tiga kali karena dicambuk oleh para algojo yang saat itu diperankan oleh Ano, Risky dan berapa kawan lainnya. Drama tablo ini berlangsung pada dua tempat yakni, peristiwa pertama sampai tiga di lapangan Motang Rua dan kedua terjadi di halaman depan Gereja Katedral Ruteng.

Dalam drama untuk memperingati Jumat Agung itu, bunyi suara cambuk dari para prajurit Romawi yang cukup keras kepada Yesus yang diperankan membuat sejumlah umat kaget dan histeris serta tidak sedikit yang menitikan air mata. Drama ini selain mengenang kejadian yang dialami Yesus 2000 tahun silam, juga mendekatkan umat akan penderitaan yang dialami Yesus yang diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam jalan salib hidup ini, Bunda Maria diperankan oleh Grace Amat. Umat yang umumnya menggunakan baju hitam dan kain songke Manggarai tampak khusuk mengikuti jalan salib yang mengikuti 14 pemberhentian. Para pelakon dalam drama Tablo tersebut juga menggunakan kain adat Manggarai.

Sutradara dari drama tablo ini, Armin Bell, mengatakan bahwa para pelakon drama ini berlatih kurang lebih selama 3 minggu. Eno Juna yang berperan sebagai Yesus sudah kedua kalinya memerankan tokoh Yesus dalam jalan salib hidup.

“Para pelakon tablo ini berjumlah 40 orang, mereka latih kurang lebih selama 3 minggu. Sebagian besar pemeran itu pemain baru”, kata Armin Bell.

Armin mengatakan lebih lanjut bahwa semua palakon drama jalan salib tersebut semua menggunakan atribut songke karena dipentaskan di Manggarai, meski memakai konsep Romawi, tetapi semangat inkulturasi yang mengungkapkan bahwa Yesus itu ada dalam diri orang Manggarai. (Yuga/krid)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

3 gagasan untuk “Tablo OMK Katedral Ruteng Warnai Jumat Agung di Ruteng Manggarai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *