Tahapan Baru Pembangunan Aula Assumpta

Proses pembangunan aula baru di Paroki Sta. Maria Assumpta – Stu. Yosef Katedral Ruteng kini memasuki pengerjaan pondasi. Tahapan ini ditandai dengan acara adat Manggarai yakni Adak Weri Watu pada hari Senin (8/4), tahap yang biasanya dilalui dalam pembangunan rumah di Manggarai setelah sebelumnya peletakan dilakukan ibadat peletakan batu pertama pada 27 September 2013 silam.
Adak Weri Watu sebelum pengerjaan pondasi (foto: DPPKR)
Pengerjaan pondasi adalah tahapan yang baru bisa dilakukan mulai bulan ini karena pertimbangan cuaca. Seperti diketahui, setelah ibadat peletakan batu pertama bulan September 2013 silam, proses pembangunan dilanjutkan dengan penggalian pondasi pada bulan Desember 2013, dan kemudian terhenti karena kondisi cuaca dan aneka agenda lain di Paroki Katedral Ruteng. Selama masa jeda tersebut, panitia pembangunan melakukan berbagai persiapan lain, termasuk berkoordinasi dengan penyedia konstruksi baja di Surabaya.
“Kita sudah melakukan pembayaran cicilan pertama untuk konstruksi baja dan saat ini PT Gemilang sedang mengerjakannya. Karena itu, supaya proses pembangunan ini bisa lebih cepat selesai, kita berusaha menyelesaikan pondasi yang kita mulai saat ini, di bawah koordinasi kepala tukang Mikael Jabu” kata Ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran. Lanjutnya, jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana maka pada tahun ini rangka baja sampai atap aula baru tersebut sudah selesai dan sudah mulai dimanfaatkan untuk beberapa jenis kegiatan. “Yang penting rangka sampai atap sudah selesai, aulanya bisa langsung mulai dipakai sambil tetap melanjutkan tahapan pengerjaan lain sampai rampung,” jelasnya.
Aula Assumpta yang baru, sengaja dibangun dengan beberapa pertimbangan seperti pemenuhan kebutuhan ruangan untuk kegiatan gerejani/karya pastoral, pemenuhan kebutuhan riil umat akan tempat pertemuan yang memiliki daya tampung besar dan representatif, serta sebagai aset/sumber pemasukan bagi Paroki dan Keuskupan dalam rangka menuju Gereja Mandiri dalam bidang keuangan. Aula tersebut akan memiliki daya tampung sampai 2.500 orang dengan fasilitas parkir untuk 400 sepeda motor dan 200 mobil dan air, listrik, telepon dan internet dengan akses Wi-Fi.
Total anggaran untuk pembangunannya sebesar Rp. 4,25 Miliar yang bersumber pada swadaya umat, donatur dan sumbangan pihak ketiga. Terkait dengan swadaya umat, panitia berharap agar umat Katedral yang belum menyelesaikan kewajiban sebesar Rp. 450.000/KK bisa segera mencicilnya sehingga kebutuhan dana untuk pembangunan ini bisa terpenuhi. (bell)
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *