Tanggapan Petisi Terhadap Uskup Ruteng

Keuskupan Ruteng mengeluarkan tanggapan resmi terkait petisi terhadap Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng yang dimuat di situs change.org dan disebarkan di berbagai media sosial. Tanggapan tersebut pertama kali dipublikasikan di website KWI: mirifica.net dan kemudian dibacakan pada perayaan ekaristi hari Minggu (5/9) di gereja-gereja lokal, karena isi petisi tersebut meresahkan dan merupakan fitnah belaka. Berikut isi tanggapan resmi tersebut:

Dalam rangka menjawabi pertanyaan-pertanyaan umat tentang Bapa Uskup Ruteng, Mgr. Hubert Leteng, yang akhir-akhir ini ramai tersebar di media sosial, kami ingin menyampaikan hal-hal berikut:

  1. Bapa Uskup Ruteng telah mengetahui dan mencermati informasi-informasi negatif tentang dirinya yang beredar di media sosial
  2. Menghadapi hal-hal itu, beliau tetap merasa tenang dan tegar karena menurut beliau hal-hal itu tidak benar. Beban penderitaan dan penghinaan akibat pemberitaan negatif itu diterimanya sebagai salib yang harus dipikul baik sebagai Uskup maupun sebagai orang beriman Kristiani.
  3. Sebagai pemimpin Gereja Partikular Keuskupan Ruteng, Mgr. Hubert selalu berjuang menjadi gembala umat yang sejati dan menjalankan pelayanan imamat sebagai Uskup dengan rendah hati dan penuh tanggung jawab.
  4. Mgr. Hubert selalu berusaha melayani sakramen-sakramen Gereja seperti ekaristi dan pernikahan sesuai cita rasa liturgi Gereja Katolik dan prinsip hukum kanonik.
  5. Dalam kaitan dengan penggunaan dana Keuskupan Ruteng, Mgr. Hubert selalu melaksanakannya sesuai prinsip hukum Gereja dan manajemen keuangan yang akutanbel, transparan dan bertanggungjawab. Keuangan Keuskupan Ruteng dikelola oleh Ekonom Keuskupan dan diawasi oleh Dewan Keuangan Keuskupan Ruteng.
  6. Mgr. Hubert memperlakukan Imam-imam dan Biarawan/wati di Keuskupan Ruteng sebagai rekan-rekan yang semartabat dan berusaha menghimpun mereka bersama seluruh umat Keuskupan Ruteng dalam semangat kolegialitas sesuai dengan moto imamatnya: “Kamu semua adalah saudara” (Mt 23:8).
  7. Dalam menghadapi Imam-imam yang mengundurkan diri dari imamat, Mgr. Hubert selalu memperlakukan mereka secara manusiawi dan dalam semangat kristiani, mengikuti prosedur hukum Gereja dan selalu melibatkan Kuria Keuskupan dan Dewan Konsultores Keuskupan dalam pengambilan keputusan.
  8. Keluarga besar Mgr. Hubert telah menerima seorang anak angkat dalam upacara adat di Taga, Ruteng dan hal ini telah diberitahukan oleh Mgr. Hubert kepada Duta Besar Vatikan (Nuntius) di Jakarta.
  9. Kami menghimbau seluruh umat untuk tetap menjaga suasana tenang dan damai. Hendaknya kita selalu memelihara dan memperjuangkan semangat persatuan, pengampunan dan persaudaraan dalam Gereja Katolik.
  10. Kami mengajak umat dan semua pihak untuk kritis dan selektif dalam menyaring informasi-informasi yang beredar di media sosial serta menggunakan media masa secara bertanggung jawab untuk mewujudkan kehidupan bersama yang saling menghargai martabat satu sama lain, toleran dan menjunjung tinggi prinsip kebenaran dan kejujuran.

Marilah kita mendoakan dan mendukung Bapa Uskup, Mgr. Hubert dalam pelayanan kegembalaannya dan menyerahkan Keuskupan Ruteng ke dalam kekuatan rahmat Allah melalui dekapan kasih Bunda Maria.

Ruteng, 4 Oktober 2014

Vikjen Keuskupan Ruteng

Rm. Alfons Segar

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *