Ulang Tahun Katedral Ruteng ke-93, Lomba Masak Umat

Tanggal 23 September mendatang, Paroki Katedral Ruteng akan memasuki usia 93 tahun. Seperti diketahui, penetapan tanggal 23 September sebagai hari ulang tahun Katedral Ruteng ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng nomor: 311/III.1/2011. Pertimbangan yang dipakai adalah karena pada tanggal tersebut 93 tahun silam (1920), Ruteng ditetapkan sebagai stasi induk karya misi untuk wilayah Manggarai Tengah.

Pertemuan Panitia dan Juri Lomba Masak Ulang Tahun Katedral Ruteng | Foto: Bell

Pertemuan Panitia dan Juri Lomba Masak Ulang Tahun Katedral Ruteng | Foto: Bell

Selama tiga tahun terakhir, peringatan ulang tahun paroki diwarnai dengan berbagai kegiatan. Tahun 2011 silam, panitia menggelar pertandingan volley, tarik tambang dan takraw yang melibatkan semua KUB. Tahun 2012, berbagai perlombaan dilaksanakan seperti lomba baca Kitab Suci, quiz Kitab Suci dan lomba paduan suara, juga melibatkan semua KUB. Malam puncaknya diwarnai dengan kegiatan Malam Kuliner 92 di pelataran parkir Katedral Ruteng.

Tahun ini, selain kegiatan quiz dan lomba Baca Kitab Suci, perayaan puncak tanggal 29 September 2013 akan diisi dengan Lomba Masak dan Pesta Umat di Pelataran Parkir Katedral Ruteng. Lomba masak ini melibatkan 88 KUB di tigabelas wilayah di Katedral Ruteng. Dalam rancangan panitia, setiap KUB wajib menyiapkan menu untuk sepuluh orang. Tiga orang juri yang akan menilai adalah Ibu Theresia Bora, Ibu Agnes Turuk dan Ibu Wihelmina Taseko, dengan juri kehormatan Ibu Hendrika Rotok.

“Setelah dinilai, makanan tersebut dihidangkan kepada undangan dan umat yang hadir dan pola distribusinya diatur sendiri oleh peserta dalam rangka pesta umat” kata Simon Manggu, Wakil Ketua III DPP Katedral Ruteng yang juga menjadi penanggungjawab perlombaan. Sementara itu, Ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran mengatakan pesta umat ini terbuka untuk seluruh umat Katedral Ruteng. “Seluruh umat diharapkan hadir pada pesta umat tersebut. Karena hidangan dari hasil lomba mungkin tidak cukup untuk semua umat, maka diharapkan keluarga-keluarga membawa menu makan siang sendiri dan ikut dalam pesta umat ini. Kita semua makan siang di pelataran paroki,” paparnya.

Ketua DPP menambahkan kegiatan ini sengaja dilaksanakan agar seluruh umat bisa berkumpul bersama dalam suasana santai, akrab dan penuh persaudaraan. “Kita membayangkan akan terjadi interaksi antar umat dalam suasana yang akrab dan bukan tidak mungkin pada saat itu akan muncul ide-ide cemerlang dalam rangka membangun kehidupan menggereja di paroki kita ini,” ungkapnya. DPP berharap, seluruh KUB terlibat dalam lomba dan semua umat hadir dalam pesta umat tersebut. (bell)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *