Umat Antusias dengan Misa KBG

Pelaksanaan misa KBG (Komunitas Basis Gerejani) yang jadwalnya ditambah menjadi dua kali dalam dalam setahun mendapat sambutan yang baik dari umat. Hal tersebut muncul dalam laporan para pendamping pada rapat evaluasi tahap pertama pelaksanaan Misa KBG Prapaskah 2014, (16/3) di Pastoran Katedral.

Umat Antusias dengan Misa KBG

Evaluasi pertama Misa KBP Prapaskah | Foto: Herry da Lopez

Hadir dalam evaluasi tersebut, para Imam dan pendamping. Rapat dipimpin oleh Ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran. Para pendamping imam diminta menyampaikan laporan rekaman proses selama pelaksanaan Misa KBG selama ini. Wakil Ketua DPP Rumpun Pengudusan, Simon Manggu yang juga menjadi salah seorang pendamping menyampaikan bahwa umat menyambut baik keputusan DPP melaksanakan Misa di KBG dua kali dalam setahun (Prapaskah dan Adventus. red), terutama karena pada kesempatan tersebut juga dilayani penerimaan sakramen pengakuan dan sharing serta sosialisasi informasi parokial.

Hal senada disampaikan oleh pendamping lainnya, yakni Wakil Ketua DPP Rumpun Pelayanan Sosial Bernadus P. Nasur. “Umat antusias dengan Misa KBG ini. Hal ini terlihat dari jumlah kehadiran di tiap KBG yang rata-rata sekitar 90 persen. Mereka meminta agar hal ini (Misa KBG dua kali setahun, red.) dipertahankan dan jika perlu ditingkatkan,” tutur Bapak Bernadus.

Evaluasi Misa KBG

Pada evaluasi Misa KBG, ditemukan bahwa pembangunan aula menjadi topik yang paling sering dibicarakan. Umat meminta informasi yang jelas terkait rencana besar tersebut. Sebagai jawaban, semua pendamping memberikan penjelasan yang sama bahwa:

  1. Pembangunan aula dilakukan berdasarkan keputusan Pleno tahun 2007 dengan pertimbangan bahwa Aula yang ada saat ini akan difungsikan sebagai Rumah Pastoran dan kantor sekretariat. Aula yang ada sekarang, daya tampungnya tidak lagi cukup untuk berbagai kegiatan umat. Selain itu, rumah pastoran yang disatukan dengan Aula sesungguhnya tidak nyaman untuk para imam.
  2. Dana sebesar Rp. 450.000,- per KK adalah kesepakatan pleno 2007.
  3. Aula yang akan dibangun (proses pengerjaannya sudah sampai di tahap pembuatan pondasi untuk berdirinya rangka baja, red) nantinya akan menjadi salah satu sumber keuangan paroki dalam kerangka paroki yang mandiri secara finansial.
  4. Daya tampung aula tersebut nantinya adalah yang terbesar di Manggarai yakni 2.500 orang.

Karenanya, umat diharapkan untuk ikut mendukung rencana ini sepenuh hati. Pembangunan aula akan berjalan jika mendapat dukungan dari umat. “Kita bersyukur bahwa selain dari kewajiban dana pembangunan aula dari umat, proses pembiayaan pembangunan aula selama ini juga didukung oleh para donatur serta hampir 200 KK yang setiap bulan memberikan Rp. 50.000,- sebagai penjamin pengembalian pinjaman panitia pembangunan pada beberapa lembaga keuangan,” jelas Ketua Dewan Keuangan Paroki (DPK) Inocentius Peni.

Selain tentang dana pembangunan aula, aksi sosial karitatif berupa Gerakan Seribu Rupiah GESER dan bantuan ternak bagi umat dan kelompok juga menjadi topik yang kerap diangkat. Umat menyambut baik program tersebut dan beberapa KBG bahkan mulai berpikir untuk melaksanakan aksi serupa di tingkat KBG.

Evaluasi pertama misa KBG Prapaskah tersebut dilakukan agar pada pelaksanaan selanjutnya (17 – 26 Maret) 2014, Imam dan para pendamping memiliki persepsi yang sama dan bahan atau materi informasi yang lebih lengkap untuk dibagi kepada seluruh umat Katedral. Sementara itu, para Imam yang terlibat pada Misa KBG kali ini menyampaikan terima kasih kepada DPP yang meminta mereka ambil bagian pada kegiatan yang membuat mereka semakin dekat dengan umat. Seperti diketahui, selain Pastor Paroki dan Pastor Kapelan Katedral Ruteng, DPP juga melibatkan para imam dari berbagai komunitas di wilayah Katedral Ruteng untuk kegiatan pelayanan ini. Total ada 12 Imam melayani 88 KBG di 13 Wilayah. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *