Umat Gotong Royong Ratakan Tanah Aula

Hampir 100 umat dari wilayah-wilayah di Paroki Katedral Ruteng, hari Jumat (18/7) kemarin ikut ambil bagian dalam kegiatan gotong royong di lokasi pembangunan aula Katedral Ruteng. Kegiatan meratakan tanah untuk lantai aula tersebut dimulai jam 08.00 – 15.00 Wita.

Umat Gotong Royong Ratakan Tanah Aula

Kegiatan Gotong Royong di Katedral Ruteng

Seperti diketahui, kegiatan gotong royong tersebut adalah salah satu bentuk swadaya umat dalam rangkaian proses pembangunan aula baru di Paroki Katedral Ruteng. “Gotong royong atau aksi fisik ini adalah salah satu bentuk nyata swadaya umat dalam pembangunan aula. Bentuk swadaya lainnya adalah pengumpulan dana pembangunan sebesar Rp. 45.000,-/KK sesuai kesepakatan tahun 2007 silam,” tutur Ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran. “Ini bukan aksi fisik pertama. Sebelumnya pada penggalian pondasi juga umat terlibat,” tambahnya.

Pada kegiatan hari Jumat tersebut, umat bekerja meratarapikan tanah yang sebelumnya telah digusur oleh ‘alat berat’. Tampak hadir pula Pastor Paroki Katedral Ruteng Rm. Daniel Sulbadri dan Pastor Kapelan Rm. Beben Gaguk. Batu-batu dari sisa bangunan lama (kandang lembu di era 70-an) dipindahkan dari area untuk lantai aula baru ke luar. “Kita nanti pakai itu juga (batu-batu dari bangunan lama, red.) untuk pengerjaan aula ini,” kata Silvester Jemi Haryanto selaku site manager pembangunan aula Katedral Ruteng.

Umat yang hadir, tampak antusias dan menikmati kegiatan gotong royong tersebut. Gotong Royong mengerjakan sesuatu pada satu hari tertentu dikenal dengan beberapa nama di Manggarai, seperti kokor tago untuk Ruteng dan sekitarnya, Rambet di beberapa wilayah Manggarai Barat. Pada jam 12.30 Wita, seluruh umat yang hadir menikmati santap siang bersama yang telah disiapkan oleh DPP bersama panitia pembangunan aula.

Setelah diratakan, pada hari selanjutnya ‘alat berat’ kembali didatangkan untuk memadatkan tanah. Proses pemadatan ini akan dilakukan beberapa kali sampai lokasi tersebut benar-benar siap untuk dibuatkan lantai yang kuat. “Ini akan berlangsung beberapa saat ke depan, sambil kita terus upayakan agar segera tersedia dana untuk melanjutkan proses pembangunan aula ini,” jelas Ketua DPP Katedral Ruteng. Saat ini, upaya pengumpulan dana selain dari kewajiban umat juga dilakukan melalui upaya menjaring donasi dari para pihak yang peduli. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *