Uskup Hubert: Saya Tidak Punya Apa-apa

Syukur 25 tahun Imamat
Uskup Ruteng menerima ucapan selamat usai Misa Syukur (foto: Kaka Ited)

Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng mengungkapkan, dirinya tidak punya apa-apa. Semua yang dimilikinya saat ini adalah anugerah Tuhan. “Saya tidak punya apa-apa. Hampa. Saya menerima semuanya dari Tuhan juga dengan tangan hampa,” ungkapnya saat memberikan sambutan pada acara syukur Perak Imamatnya di Aula Assumpta Ruteng, Minggu (21/7) kemarin.

Kepada seluruh undangan, keluarga, sahabat kenalan dan para pejabat pemerintah yang hadir, Mgr. Hubert mengungkapkan bahwa seluruh perjalanan Imamatnya selama 25 tahun adalah berkat yang diterimanya secara cuma-cuma dari Tuhan, melalui orang-orang yang mendukungnya. “Keluarga, sahabat kenalan, pemerintah dan seluruh umat telah memberikan perhatian yang penting dalam perjalanan Ziarah Imamat saya,” kata Mgr. Hubert. Refleksi ini senada dengan motto tahbisan Imamatnya 29 Juli 1988 silam: Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, berikanlah pula dengan cuma-cuma (Mat. 10:8).

Pendupaan (foto: Kaka Ited)

Rangkaian Syukur Perak Imamat ini diwarnai dengan Perayaan Ekaristi Syukur di Gereja Katedral Ruteng Minggu (21/7) jam 08.00 WITA. Misa tersebut dihadiri oleh ribuan umat, para Imam di wilayah Keuskupan Ruteng, keluarga dan sahabat kenalan Uskup dari berbagai wilayah. Koor gabungan Paduan Suara Sisilia, Paduan Suara Sangkakala dan Paduan Suara Sonora, semuanya dari Paroki Katedral Ruteng mempersembahkan lagu-lagu syukur menambah kemeriahan perayaan syukur. Setelah Misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah Yubilaris bersama Umat di Pelataran Katedral dan resepsi sederhana di Aula Assumpta.

Petugas lain yang juga terlibat adalah tim ronda dari Gendang Pitak, drumband SMPK St. Fransiskus Saverius Ruteng, Band dari SMAK St. Fransiskus Saverius Ruteng, Sanggar Nuca Lale dan tim Paroki Katedral Ruteng. Dalam sambutannya, Ketua Panitia Syukur Perak Imamat Mgr. Hubert, Erlan Yusran menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras panitia dan seluruh tim yang terlibat, serta para donatur yang membantu terselenggaranya perayaan syukur ini.

Diterima secara Adat Manggarai di Gerbang Katedral (foto: Kaka Ited)

Sementara itu, Bupati Manggarai Drs. Christian Rotok saat memberikan sambutan pada acara resepsi bertutur tentang pengalamannya bersama Mgr. Hubert. “Bapa Uskup adalah tokoh yang rendah hati dan sangat bersahabat. Teladan hidupnya hendaknya menjadi panutan bagi kita semua. Bapa Uskup memandang semua orang sebagai saudara, dan sikap itu yang harus kita tiru,” ungkap Bupati Rotok yang juga menambahkan sikap tersebut tumbuh sejalan dengan motto tahbisan Uskup Mgr. Hubert yakni: Kamu Semua Adalah Saudara (Mat. 23:8). 

Hadir juga pada acara resepsi tersebut, Wakil Bupati Manggarai, Wakil Bupati Manggarai Barat, Sekretaris Daerah Manggarai Timur, Vikjen Keuskupan Denpasar, Vikjen Keuskupan Ruteng, para Imam, Biarawan-Biarawati, tokoh-tokoh umat, tokoh-tokoh adat, sahabat Yubilaris, para petugas liturgi dan pengurus DPP Paroki Katedral Ruteng. Resepsi Syukur Perak Imamat Uskup Ruteng juga diisi dengan peluncuran buku kenangan 25 Tahun Imamat dengan Tema: Indah Rencana-Mu Tuhan. Buku tersebut berisi biodata Mgr. Hubertus, catatan tentang perjalanan Imamatnya, kesaksian dari para sahabat serta beberapa kotbah pilihan. Buku tersebut bisa diperoleh di Puspas Keuskupan Ruteng. (bell)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *