Uskup Ruteng Tawarkan Lima Kriteria Capres Cawapres

Jelang Pilpres 2014, Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng mengeluarkan surat gembala kepada Umat Katolik Keuskupan Ruteng. Dalam surat bertanggal 4 Juni 2014 tersebut, Uskup mengajak umat untuk terlibat aktif dalam seluruh proses pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli mendatang.

uskup ruteng tawarkan lima kriteria capres cawapresMenurut Mgr. Hubert, salah satu cara untuk mulai terlibat dalam perhelatan politik tersebut adalah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan persiapan seperti dalam kampanye untuk mengenal visi misi dan kepribadian calon maupun sebagai media pendidikan politik. Selain itu, Uskup menegaskan tentang pentingnya menjadikan kampanye Pilpres sebagai kesempatan untuk berdemokrasi secara sehat dan bertanggungjawab. “Janganlah terjebak dan terlibat dalam kampanye yang menggunakan isu-isu SARA (suku, agama, ras dan antar golongan) yang pada gilirannya menimbulkan kekerasan dan perpecahan di kalangan masyarakat,” kata Uskup Ruteng.

Tentang siapa calon yang akan dipilih oleh umat pada pilpres Juli mendatang, Uskup Ruteng menawarkan lima dasar yang diharapkan dipakai sebelum membuat keputusan atau sebelum memilih. Dasar tawaran tersebut adalah bahwa pada Sinode III Sesi I bulan Januari 2014, telah diingatkan kembali tentang peran dan perutusan Gereja Katolik untuk terlibat secara kritis profetis. Gereja tidaklah boleh berdiam diri terhadap proses politik yang ada tetapi aktif menyuarakan prinsip-prinsip nilai Kristiani yang mesti menjiwai seluruh praktek penyelenggaraan kekuasaan. Selain itu, Sinode III juga mengamanatkan perlunya panduan moral politik bagi umat agar mereka dapat menentukan pilihan politik secara jernih dan tepat sesuai dengan hati nurani Kristiani.

Berikut, lima kriteria capres cawapres yang ditawarkan Uskup Ruteng dalam kaitan dengan panduan moral politik memilih Presiden dan Wakil Presiden dalam terang Iman Kristiani:

Pertama, calon itu harus memiliki integritas moral yang terpuji dan teruji. Pada poin ini, Uskup menekankan pentingnya seorang calon memiliki kematangan pribadi, menghormati dan membela kehidupan, menghargai dan memperjuangkan hak-hak asasi manusia, melayani dan mengusahakan kesejahteraan umum serta berkomitmen terhadap kelestarian alam dan keutuhan ciptaan.

Kedua, calon itu memiliki kemampuan untuk membangun bangsa Indonesia yang adil dan sejahtera. “Karena itu pilihlah calon Presiden dan Wakil Presiden yang mempunyai hati untuk korban-korban ketidakadilan sosial dan kelompok sosial rentan dan terpinggir dalam masyarakat,” tulis Mgr. Hubertus.

Ketiga, calon itu memiliki komitmen yang kuat dan tegas untuk memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya. Pada poin ini, Uskup menegaskan: “Korupsi adalah kejahatan publik yang tidak hanya merusak kesejahteraan dan keadilan tetapi juga mengancam kelangsungan eksistensi bangsa Indonesia.” Pendasaran biblis untuk hal ini menurut Uskup ada dalam Kitab Ulangan 5:19: “Jangan mencuri” (Ul 5:19), karena bukan lagi Allah yang disembah tetapi uang dan kuasalah yang mengikat dan menguasai hidup seseorang (bdk. Ul 5:7).

Keempat, calon itu menghargai dan membela kemajemukan agama, suku, etnis dan ras yang ada di Indonesia dan mampu mengelolanya menjadi sebuah taman bunga Indonesia yang indah dan menawan yang dibangun di atas dasar Pancasila. “Pilihlah calon yang rekam jejaknya menunjukkan semangat kebangsaan yang mendalam yang tampak dalam sikap toleransi, komitmen kebebasan beragama dan beribadah serta keberanian untuk membela kelompok-kelompok minoritas dalam masyarakat,” tegasnya.

Kelima, calon itu mampu menghantar Indonesia ke dalam pergaulan hidup global sebagai bangsa yang bermartabat, mandiri dan ramah serta dapat memimpin bangsa Indonesia, berpartisipasi secara aktif dalam mewujudkan dunia sebagai rumah kemanusiaan yang damai, sejahtera, solider dan penuh persaudaraan bagi semua orang.

Selain menulis lima kriteria tersebut, Uskup mengajak umat untuk berdoa dan berjuang agar proses pelaksanaan Pemilu Presiden dan wakil Presiden berjalan dengan jujur, damai dan berkualitas demokratis. “Marilah kita semua menerima hasil keputusan rakyat dalam Pilpres ini dengan jiwa lapang dan hati tulus. Lebih dari itu kita perlu mendukung dan taat kepada siapapun yang terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2014 – 2019. Marilah kita mendoakan agar Presiden dan Wakil Presiden terpilih dapat menjalankan tugas mulia kebangsaan dan kepemerintahan dalam tuntunan dan kekuatan Roh Allah” tulis Uskup Ruteng dalam surat gembala tersebut. Surat Gembala Uskup Ruteng jelang Pilpres 2014 selengkapnya dapat dibaca di sini. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *